P2B UIN Sunan Kalijaga Menjadi Penyelenggara LAPP 2026 bagi Calon Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit

Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara Language and Academic Preparation Program(LAPP) Kementerian Agama RI Tahun 2026. Program ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit Tahun 2026 yang diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan akademik calon penerima beasiswa tujuan luar negeri.

Berdasarkan Surat Kementerian Agama RI Nomor B-5295/SJ/B.X/PP.04/09/2026 tanggal 7 September 2026, LAPP 2026 dilaksanakan pada 13 September–10 Desember 2026 di enam PTKIN, salah satunya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Program ini secara khusus diarahkan pada pengayaan kemampuan bahasa asing dan kompetensi akademik sebagai persiapan keberhasilan peserta dalam menempuh pendidikan di universitas luar negeri.Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A. di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara hybrid, Senin (14/9/2026).

Peserta yang hadir di Gedung Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga disambut oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Bapak Fuad Arif Fudiyartanto, Ph.D yang selanjutnya memberikan pengarahan terkait kegiatan LAPP.

Pada penyelenggaraan di UIN Sunan Kalijaga, tercatat 15pesertayang mengikuti program. Para peserta terdiri atas mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dengan latar belakang daerah asal yang beragam. Kehadiran mereka menunjukkan peran UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu pusat pengembangan kompetensi akademik dan bahasa dalam mendukung mobilitas pendidikan internasional.

Bagi P2B UIN Sunan Kalijaga, keterlibatan sebagai penyelenggara LAPP 2026 merupakan bentuk kontribusi institusional dalam mendukung program strategis Kementerian Agama sekaligus memperkuat posisi Pusat Bahasa sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi bahasa, akademik, dan kesiapan studi calon penerima beasiswa internasional. Program ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kelembagaan serta meningkatkan kualitas layanan P2B pada tingkat nasional.